welcome di Pesantren Dayah darul Mukhlishin

selamat datang diblog Pesantren Dayah Darul Mukhlishin

Minggu, 03 Juli 2011

"Menjadi Bidadari Dunia Akhirat, Pendamping Mujahid"

"Menjadi Bidadari Dunia Akhirat, Pendamping Mujahid"
Mengapa Mujahid Mendambakan para Bidadari Dunia?
Istri yang sholehah
Penyejuk mata penawar hati
di rumah ia istri, di jalanan
di waktu kita buntu dia penunjuk jalan
pendangan kita diperteguhkan menjadikan kita tetap pendirian
ilmu yg diberi dpt dikita lupa dia mengingatkan
nasihat kita dijadikan pakaian
khilaf kita dia betulkan
penghibur di waktu kesunyian
terasa ramai bila bersamanya
dia umpama tongkat si buta
bila tiada satu kehilangan
dia ibarat simpanan ilmu
semoga kekal utk diwariskan
"Apa yg dicari seorang mukmin setelah taqwa kpd Allah tdk lbh baik dr seorang wanita yg sholeh, apabila diperintah ia menta'atinya, apabila dipandang sangat menyenangkannya, apabila disumpah ia melaksanakannya dg jujur, dan apabila ditinggal pergi ia menjaga dirinya dan harta suaminya." (HR. Ibnu Majah dari Umamah ra.)
Berkata Umar bin Khattab ra. dlm atsarnya, yg artinya;
"Tdk ada pemberian yg lebih baik kpd seseorang setelah pemberian Iman kecuali wanita yg sholehah"
Diriwayaqtkan oleh imam at Tirmidzi dr tsauban, dia berkata yg artinya;
Ketika turun ayat:"Dan org2 yg menyimpan emas dan perak dan tdk menafkahkannya pd jln Allah.." kami sedang dlm perjalanan bersama rasululla.
seorang sahabat berkata:'Firman Allah tsb menyinggung tntg emas. Kalau saja kami tahu harta apakah yg paling baik niscaya kami akan mengambil dan akan menyimpannya,'
Mendengar itu Rasulullah saw bersabda, yg artinya;
"Harta yg paling baik ialah lisan yg berdzikir, hati yg bersyukur, dan seorang istri yg beriman yg membantu memperkuat keimanan suaminya."HR.Tirmidzi, hasan
Kata sholehah/shaleh dlm Al-Quran selalu dirangkaikan dg kata amal
sedangkan amal sendiri disebut stlh kata iman, jd, amal shaleh adlh suatu amal yg didasari oleh ilmu dan iman yg dtgnya dr Allah serta dg perbuatan itu dpt menghantarkan dirinya mencintai dan dicintai oleh Allah swt.
sebaliknya, amal yg tdk shaleh adlh amal yg tdk bersumber dr ilmu dan iman yg haq serta dg amal perbuatan tsb menghantarkan dirinya pd laknat dan azab Allah swt. naudzubillahi min dzalik,singkat kata, wanita shalihah adlh wanita yg mempercantik dirinya dg Islam sesuai dg kriteria dr Allah yg mantap imannya dan sungguh2 utk mencapai derajatt dicintai dan mencintai Allah mencapai deraja. *mencapai derajat dicintai dan mencintai Allah.
Sedangkan, ciri wanita shalehah dlm Al-Quran adalah;
1. taat kpd Allah swt
2.taat kpd suaminya
3.memelihara kesucian diri (lahir dan batinnya)
4. rajin melakukan amal shaleh (QS. 4:34).
sampai disini, ada pertanyaan atau komentar atau koreksi? sblm ke materi selanjutnya
memelihara kesucian diri lahiriah salah satunya itu:berdandan utk suami.
KARAKTER DAN SIFAT BIDADARI YANG DIDAMBA
"Seseorang wanita itu dinikahi krn empat hal; kecantikannya, kekayaannya, keturunannya dan ad-Diennya. Nikahilah wanita yg taat beragama (Islam) niscaya kamu akan beruntung." (HR. Bukhori, Muslim, Abu daud, Nasa'i dan Ibnu Majah dr Abu Hurairoh ra)
1. Cantik
"Di dlm surga2 itu ada bidadari2 yg baik2 lg cantik2" (QS. 55:70)
Seorang wanita hrs senantiasa tampil cantik agar dia dicintai samapi batas dia hrs dicintai agar tetap cantik
Islam memandanng kecantikan (jamil) bukan hanya . memandang dr kecantikan dhahirnya sj, tp lbh mengutamakan kecantikan batinnya "Allah swt itu Indah dan mencintai keindahan, murah hati dan menyukai kemurah hatian, menyukai akhlak2 yg kuhur dan membenci akhlak yg rendah" (HR Baihaqi)
hadist di atas menerangkan lafazh jamil yg bersenyawa dg lafazh Allah
Ini menerangkan sifat2 keindahan/kecantikan itu harus memenuhi kriteria Allah dan RasulNya
"Indah/cantik" menurut Allah berarti scr fisik/lahiriyah berarti darah, daging dan tulang belulangnya bersih dr benda2 haram.
sedangkan batinnya jg bersih dr sgala kotoran kejiwaan seperti iri, dengki, hasud, ujub, riya' dan smua bentuk kesyirikan lain. Na'udzubillahi min dzalik.
Bathin seseorang akan senantiasa bersih jika senantiasa dicuci dg sabun wahyu.
Dg demikian keadaannya mjd sempurna lahir dan batinnya (insan kamil) bila hidup di alam yg beriklim tauhidullah.
Islam mengukur kecantikan itu dr smua unsur baik lahiriyah maupun batiniyah bathin wanita akan dikatakan cantik apabila di dlm fisiknya tdpt jiwa yg pasrah tunduk kpd smua ketentuan Allah dan RasulNya
Sekalipun Allah meminta jiwanya utk dipasrahkan dlm perjuangan Dienul Islam, ia akan memberikannya dg rasa ikhlas tanpa menyesal sedikitpun.
"Sesungguhnya orang2 yg beriman hanyalah orang2 yg beriman kpd Allah dan RasulNya, kemudian mereka tdk ragu2 dan mereka berjihad dg harta dan jiwa mereka pd jalan Allah, mereka itulah org2 yg benar."(QS.49:15)
singkat cerita Islam tdk meletakkan ukuran kecantikan pd raut muka dan bentuk tubuh scr fisik sebab pd dasarnya smua fisik dikembangkan dr asal yg sama, yaitu tanah/mani (saripati tanah) nanti akan kembali ke tanah, krn itu Islam menilai kedudukan manusia smuanya sama. Tdk ada yg membedakannya kecuali taqwanya kpd Allah swt.

Nilai Akhlaq Muslimah.

Nilai Akhlaq Muslimah.
Khalifah Umar bin Khattab mempunyai kebiasaan berkeliling kota Madinah, melihat langsung keadaan rakyatnya. Sebagai Amirul Mukminin, beliau tidak bisa begitu saja mempercayai laporan yang datang sebelum mengetahui sendiri kondisi umat islam yang ia pimpin. Suatu malam, khalifah umar bin khattab dengan pembantunya, Aslam, berkeliling kota Madinah. Ketika merasa lelah mereka bersandar pada dinding sebuah rumah. Saat itu keadaan sangat gelap, demikian juga di dalam rumah tersebut. Tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan tua menyuruh putrinya, “ Hai putriku, ambillah susu itu dan lekas campur dengan air.

“Apakah Ibu belum mengetahui pengumuman Amirul Mukminin pagi ini?” terdengar suara seorang gadis muda menjawab. “Pengumuman apa?” kata ibunya. “Amirul mukminin mengumumkan untuk jangan lagi mencampur susu dengan air.” Gadis itu menjelaskan. “Ah anakkku..bukankah sekarang kita berada jauh dari pengamatan beliau. Cepat ambil susu itu dan campurkan dengan air.” sahut sang ibu mendesak. “ Wahai ibunda…tidak pantas bagiku berbuat demikian. Patuh ketika berada dihadapannya namun melanggar saat dirumah sendiri. Bukankah Allah selalu melihat kita?”jawab gadis itu bertahan.

Mendengar dialog ini, Khalifa Umar segera menandai rumah itu dan meminta Aslam menyelidiki gadis itu, apakah sudah menikah atau belum, dan bagaimana ketaatannya kepada agama.Ternyata di rumah itu hanya ada dua orang, si Ibu dan anak gadisnya. Gadis itu memang gadis shalihah dan berakhlaq mulia. Setelah mendengar laporan Aslam, Khalifah Umar mengumpulkan putra-putranya dan menceritakan pengalamannya dan berkata, “Adakah di antara kalian ada yang ingin beristri? Seandainya ayah kalian masih berhasrat menikah lagi pasti gadis itu aku ambil sendiri.” Dan ternyata diantara putra Umar yang belum menikah adalahAshim. Dialah yang mencalonkan diri dan meminta untuk dinikahkan dengan gadis tersebut. Pernikahan pun berlangsung setelah Umar mengirim utusan untuk meminang.

Dari pernikahan itulah melalui rahim seorang ibu yang berakhlaq mulia lahirlah seorang keturunan agung yang kelak menjadi Khalifah Bani Umayyah dan terkenal dengan ketawadhuannya, Umar bin Abdul Aziz.
Keunggulan Akhlaq Islam Islam membentuk manusia agar berbudi luhur, berjiwa kuat dan berbadan sehat. Untuk mencapai itu, Islam memiliki pengajaran yang mulia dan utama bagi setiap muslim dan muslimah. Pengajaran itu adalah akhlaq Islami yang tidak bisa ditandingi oleh ajaran moralitas dari agama atau ajaran manapun di muka bumi.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa risalahnya ditujukan untuk menegakkan kemuliaan akhlaq. Beliau bersabda : “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq.”(HR. Ahmad). Pribadi Rasulullah SAW sangat mengagumkan. Adanya kesesuaian antara kata-kata dan sikap, mencerminkan hati yang luhur dan mulia. Pribadi ini telah diakui oleh semua manusia di dunia baik oleh kaum muslimin sendiri maupun orang-orang kafir yang menjadi musuh beliau. Kepribadian beliau menjadi contoh kepribadian yang mulia,
Sungguh tepat firman Allah SWT yang berbunyi : “ Nun. Demi pena dan apa yang mereka tulis. Dengan ni’mat dari Rabbmu, kamu sekalian bukan orang gila. Dan sesungguhnya bagimu (Muhammad) ada pahala yang tiada putus-putusnya. Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlaq mulia.” (Q.S. Al-Qolam:1-4). Dalam ayat itu Allah SWT menjamin kemuliaan akhlaq RasulNya. Pribadi rasulullah itulah yang kemudian menjadi rujukan utama akhlaq islam. Hal ini ditegaskan Allah dalam firmannya : “ Sesungguhnya telah ada dalam diri rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi, Akhlaq Islami tidak sama dengan sopan santun atau etika. Akhlaq berasal dari kata ‘Kholaqo’ yang artinya menciptakan. Dari kata ini di bentuk kata ‘Khalq’ (ciptaan) dan Khuluq (perbuatan). Allah adalah Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta) sedangkan manusia adalah makhluq (yang diciptakan)-Nya.
Arti dasar akhlaq adalah perbuatan makhluq yang dikehendaki (diridhoi) oleh Khaliq.” Jadi akhlaq Islam didasarkan pada syariat Allah didalam kitab suciNya, Alqur’an. Imam Al-Ghozali berpendapat bahwa akhlaq adalah perbuatan seseorang yang dilakukan tanpa pikir-pikir lagi, yaitu sesuatu yang telah menjadi kebiasaan pada dirinya.

Misalnya seorang yang terbiasanya memakai sepatu dengan kaki kanan lebih dahulu. Makan memakai tangan kanan. Mendahului semua aktifitas dengan bismillah. Keluar rumah atau bertemu non muhrim, selalu menutup aurat sesuai aturan Al-Qur’an dan mengucapkan salam. Menjaga makanan dan minuman dari yang mengharamkan. Menjaga lingkungan dari najis (kebersihan), Selalu berkata jujur dan menjaga lisannya. Semua perbuatan yang yang tidak dibuat-buat atau tidak terpaksa ini di sebut juga akhlakul Karimah (perbuatan yang baik). Dengan demikian akhlaq orang munafik dan orang kafir yang baik dari segi perbuatannya

Muslimah yang baik senantiasa memperbaharui akhlaknya. Membuang perilaku buruk dan menghiasi diri dengan perbuatan mulia. Ada satu riwayat tentang pentingnya akhlaq mulia ini, : “Ya Rasulullah, Fulanah dikenal rajin shalat, puasa dan sering bersedekah, tetapi ia suka menyakiti tetangganya dengan perkataannya.” Nabi SAW bersabda,”Ia masuk neraka.”.Kemudian orang tersebut bertanya lagi, “Ya Rasulullah, bahwa si Fulanah terkenal dengan sedikit shalat dan puasanya dan ia bersedekah sedikit dengan makanannya. Namun ia tidak suka menyakiti tetangganya. Nabi bersabda, “ Ia masuk Syurga”.

Islam tidak melakukan paksaan dalam memperkenalkan ma’na kebaikan. Islam senantiasa berprasangka baik akan fitrah manusia, karena Allah menjadikan fitrah manusia itu cenderung kepada kebaikan dan senantiasa senang akan hal kebaikan dan kebajikan. Namun hendaknya manusia tidak boleh berlaku semaunya, Fitrah saja tidak cukup, karena manusia penuh dengan cobaan yang bisa merobah fitrahnya tersebut. Maka Allah menurunkan pedoman hidup sebagai pembimbing jalan hidup manusia. Pedoman itu adalah Al-Qur’an. Maka seorang muslim haruslah selalu mengaca pada Al-Qur’an. Bagaimana ia berpakaian, tengoklah Al-Qur’an, bagaimana ia berkeluarga, tengoklah Al-Qur’an, bagaimana ia bermasyarakat, bertetangga, berbisnis, mendidik anak, semua tengoklah Al-Qur’an yang kemudian akan diuraikan lebih detail pada sunnah rasulullah SAW.

Al-Qur’an akan membentuk pribadi yang dikehendaki oleh Allah, pencipta kita. Sebagaimana Aisyah r.a berkata, ketika ada yang bertanya, seperti apakah akhlaq Rasulullah ? maka ia menjawab,” Adalah akhlaq rasulullah itu Al-Qur’an.” Mereka yang mengikuti Al-qur’an dan sunnah akan memperoleh ganjaran pahala dan nikmat Allah atas kemuliaan akhlaqnya. Bahkan juga penghormatan dari sesama manusia atas kemuliaan akhlaqnya.Sedangkan mereka yang enggan melaksanakan isi Kitabullah atau enggan mentaati rasulullah, akan mendapat siksa sebagai pelanggaran atas ketentuan akhlaq yang ditentukan Allah. Juga ia pun akan di hina oleh sesama manusia karena keburukan akhlaqnya.

Untuk itu marilah kita terus memperbaiki akhlaq kita, menerapkannya pada keluarga kita, dan anggota masyarakat disekitar kita, yang saat ini sedang mengalami krisis akhlaq, bagaimana caranya? Ajaklah mereka untuk kembali ke Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah.

Misi DibaLik hari Valentine’s Day

Misi DibaLik hari Valentine’s Day
Misi DibaLik hari Valentine’s Day
 
Ada satu kata yang mudah untuk di ucapkan tp dahsyat ketika dikatakan,iya..orang yg mengatakannya merasakan gelombang energi yang membuat hidup nya menjadi penuh bunga dan tawa, terlebih seseorang yang mendapatkan kata cinta itu,wah bukan main girangnya, serasa terbang kelangit yg tertinggi,semua terasa indah jadinya. Kata itu adalah “cinta” yg bisa membius semua orang tanpa kenal lintas usia,kasta,benua,atau apapun itu. Singkatnya remaja sekarang menyebutnya dengan Hari Kasih atau Valentine Days yang dirayakan setiap 14 Februari.

Setiap 14 Februari, Merayakan hari Valentine's day, Sudah menjadi agenda wajib bagi sebagian orang. Mereka Bersuka cita menyambut hari yg katanya hari kasih sayang itu. Pedagang, mal2 ramai menyulap tokonya menjadi serba Pink/Red dgn aneka hiasan berlambang love. Muda-mudi sibuk memilih kado untuk pasangannya, coklat berbentuk hati, bunga, dll dengan ciri khas lambang love ♥.

History tentang Hari Valentine ‘s Day tidak hanya karena kata cinta yang membuat kita saling menyayangi ,,Tapi hal ini dilatarbelakangi ?
Valentine's day atau disingkat V-day yang jatuh pada tiap tanggal 14 februari setiap tahunnya, jelas berasal dari ritual paganisme, ritual satanis, yg penuh dengan kemaksiatan. Ritual kuno ini di zaman Romawi dikenal sebagai Lupercalia Festival, dimana para pemuda pemudi diperbolehkan melakukan kemaksiatan secara bebas dimanapun mereka mau.

Agama Kristen yang datang kemudian & menjadi agama resmi Roma di saat kaisar Konstantin, mengadopsi ritual ini & memolesnya dengan mitos St.valentinus yang oleh gereja sendiri diakui tidak bisa dipastikan asal muasalnya. Belakangan pada sekitar tahun 1960-an, Gereka vatikan menghapus perayaan valentine ini dari kelender gereja & melarang umatnya untuk ikut-ikutan merayakan ritual tsb. Dan yang jelas valentine day berasal bukan dari kebudayaan Islam.

Sebab itulah, para pemuka Agama Islam di seluruh dunia dari golongan & gerakan Islam manapun telah sepakat bahwa HARAM hukumnya bagi umat Islam untuk ikut2an merayakan hari Valentine dengan tingkat partisipsi sekecil apapun, bahkan sekedar mengucapkan "Selamat hari Valentine"..karena hal ini terkait dengan dalil :
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.” (QS Al Maidah:51)

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(QS Israa':36)

"Barangsiapa melakukan amal yg tiada didasari perintahku (Qur'an & Sunnah) maka amal perbuatannya tertolak." (HR.Ahmad)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah jg berkata: "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tsb adalah haram. Semisal dengan memberi ucapan pada hari raya mereka dan sejenisnya, itu adalah haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah daripada membunuh."

Sudah jelaslah bahwa mengucapkan hari valentine saja tidak diperbolehkan menurut aqidah islam, apalagi ikut serta berperan aktif dalam perayaan ini. Apapun dalihnya. Karena dalih bisa saja dibuat hingga ribuan pasal. Tetapi esensinya adalah tidak boleh umat Islam turut serta sekecil apapun untuk menyambut hari tersebut.
Lebih jauhnya ide Valentine Days ini yang disebarkan ditengah kaum muslimin untuk menjauhkan aturan Islam dalam aqidah kaum muslim dan menghancurkan generasi umat muslim menuju kesesatan dunia dan akhirat akhirnya..hal ini terlihat dari upaya mereka (kafir) dalam misi-misinya..


“Misi Utama Kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi kristen atau yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam....kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata utk memuaskan hawa nafsunya.." (Pidato samuel Zwemmer, tokoh Yahudi, dlm Konfrensi Missi di Yerusalem, 1935)